Metode Pendidikan Lingkungan Hidup Bagi Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.25134/jiar.v2i2.36Keywords:
Pendidikan, Lingkungan, Sekolah DasarAbstract
Pendidikan adalah hal yang paling penting. Kemajuan suatu bangsa dan negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan. Pendidikan lingkungan perlu dilakukan agar pemahaman, apresiasi, dan tindakan terhadap lingkungan menjadi bagian dari sikap dan kebiasaan hidup masyarakat, baik secara individu maupun kolektif. Segmen masyarakat yang dipandang sebagai target strategis untuk pendidikan lingkungan adalah anak-anak usia dini. Pendidikan lingkungan diperlukan untuk mempersiapkan anak-anak sejak dini dengan pengetahuan dan keterampilan untuk memahami masalah lingkungan, memotivasi mereka untuk bertindak, dan membekali mereka dengan kemampuan untuk menyelesaikan atau mencegah masalah lingkungan tertentu. Kurangnya pendidikan lingkungan terkait pemanfaatan sumber daya alam yang tetap menjaga keberlanjutannya merupakan akar penyebab banyak masalah degradasi lingkungan. Siswa harus dilibatkan dalam pelestarian lingkungan sekolah, sehingga diperlukan upaya untuk memperdalam pemahaman siswa mengenai pelestarian lingkungan yang dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu verbal dan praktis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas metode pembelajaran pendidikan lingkungan bagi siswa sekolah dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain One Group Pretest-Posttest dan analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji hipotesis dengan uji t berpasangan (paired t-test) dan uji t tidak berpasangan (unpaired t-test). Dari hasil penelitian pada pengujian posttest metode verbal dan pretest metode praktis, diperoleh nilai t sebesar 0,108 dengan tingkat signifikansi (α) 0,05 dan nilai t tabel sebesar 2,392. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa t hitung < t tabel. Jadi, kesimpulan hipotesis adalah tidak ada perbedaan signifikan antara metode verbal dan metode praktis untuk pembelajaran pendidikan lingkungan di kelas IV dan V, sehingga kedua metode tersebut efektif digunakan dalam pembelajaran pendidikan lingkungan.
References
Al-Anwari, A. M. 2014. Strategi Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan Di Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Dephut. 2007. Pedoman Pendidikan Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Direktorat Jenderal Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam (PJLWA). Departemen Kehutanan. Bogor.
Fatmawaty, A.A. Anjar, A. Nuniek, H. 2017. Sosialisasi dan Pelatihan Pendidikan Konservasi Pada Peserta Didik Kota Serang Provinsi Banten Sebagai Upaya Menjaga Stabilitas Kegiatan Usaha Tani. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. UNES Journal of Community Service. 2(1). 2528-6846.
Fua, J. L., Wekke, I. S., Sabara, Z., & Nurlila, R. U. (2018). Development of Environmental Care Attitude of Students through Religion Education Approach in Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 175 (1).
Handayani, A. 2013. Peningkatan Sikap Peduli Lingkungan Melalui Implementasi Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM). Universitas Negeri Yogyakarta:Fakultas Ilmu Pendidikan.
Hardjana, Agus M. 2003. Komunikasi Interpersonal dan Komunikasi Antarpribadi. Yogyakarta:Kanisius.
Landriany, E. 2014. Implementasi Kebijakan Adiwiyata dalam Upaya Mewujudkan Pendidikan Lingkungan Hidup di SMA Kota Malang. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, 2(1).
Lestari, S. Endang, W.W. Wurjinem. 2018. Pengaruh Bahan Ajar Muatan Lokal Konservasi Flora Khas Bengkulu Terhadap Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas V Sekolah Dasar Di Kota Bengkulu. Jurnal Riset Pendidikan Dasar. 1(1), 2615-6814.
Monroe, M.C. Andrews, E. Biedienweg, K. 2007. A Framework for Environmental Education and Communication. 6, 205-206.
Muntasib, E.K.S.H. 2004. Pendidikan Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem untuk Guru SMP.
Mukminin, A. 2014. Strategi Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Adiwiyata Mandiri. Jurnal Pendidikan Islam. 19(02), 227-252.
Neolaka, Amos. 2008. Kesadaran Lingkungan. Rineka Cipta:Jakarta.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta:Jakarta.
O’Neil. William, F. 2002. Ideologi-Ideologi Pendidikan. Terj Omi Intan Naomi. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Setyowati, D.L.Sunarto, R. Sri, M.R.S. 2014. Pendidikan Lingkungan Hidup. Universitas Negeri Semarang:Semarang.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:Alfabeta.Suherman, Sunarto, Sri, P.K.A. 2019. Mural di Lingkungan Sekolah dalam Konteks Pendidikan Konservasi. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 9(2), 2087-9385.
Suteki. 2003. Peranan LSM dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Meningkatkan Hubungan Kemitraan Antara LSM dengan Pemerintah di Kota Semarang. Universitas Diponegoro:Fakultas Hukum.
Trahati, M. R. 2015. Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Di Sekolah Dasar Negeri Tritih Wetan 05 Jeruklegi Cilacap. Basic Education, 5(12).
West, Richard L., Lynn. H. Turner, Gang. Z. 2010. Introducing communication theory: Analysis and application. 2. New York:McGraw-Hill.
Winarni, E.W. Endina, P.P. Herman, L. Sri, D. 2018. The Impact of Thematic Learning Integrated ICT in Tabot Bengkulu as Cultural Ceremony toward Social Interaction Knowledge in Elementary School. Asian Journal of Education and Training. 4(2), 2519-5387.
Wittmann H. 1997. Materi Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta:Hanns Seidel Foundation.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Gieta Aldona, Iing Nasihin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





